04/06/15

POST-MDGS DAN BONUS DEMOGRAFI


OPTIMALISASI PENGEMBANGAN KINERJA PEMUDA SEBAGAI MESIN PENGHANCUR KEMISKINAN

 Millenium Development Goals (MDGs) adalah sebuah tujuan pembangunan millenium yang dirumuskan pada Agustus 2001. Sebuah tujuan millennium hasil Deklarasi 189 pemimpin yang memiliki visi mulia untuk membangun suasana kondusif bagi pembangunan seluruh masyarakat dunia serta mengentaskan kemiskinan. MDGS sendiri ditargetkan akan terlakasana secara keseluruhan pada tahun 2015 dengan 8 tujuan utama, yakni menanggulangi kemiskinan dan kelaparan ,mencapai pendidikan dasar universal ,Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan ,menurunkan angka kematian anak ,meningkatkan kesehatan ibu ,memerangi HIV / AIDS, malaria dan lainnya ,memastikan kelestarian lingkungan hidup dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. 


MODAL SOSIAL & MODAL MANUSIA : Kajian Sumatera Selatan


PONDASI PEMBANGUNAN KUALITAS BONUS DEMOGRAFI
PENGHALAU KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN

 Ledakan Kelahiran, Ledakan Fenomena

Sumber : ketikketik.com
Indonesia telah memasuki sebuah era baru dalam sejarah peradaban manusia. Sebuah era akibat laju zaman yang terus-menerus bergerak khususnya pada subjek utama penggerak zaman yakni manusia. Fenomena perubahan berbagai struktur dan komposisi manusia sebagai penduduk secara agrerat dikaji melalui ilmu demografi. Tanpa disadari oleh setiap lapisan penduduk Indonesia, pergerakan fenomena demografi saat ini telah mencapai sebuah titk krusial yang unik, yakni bonus demografi. Bonus demografi merupakan hasil pergerakan transisi demografi dimana angka kelahiran telah menurun dari tingkat kelahiran yang tinggi padaperiode sebelumnya. Sebuah wilayah dikatakan mengalami bonus demografi jika dua penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung satu orang tidak produktif (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun).