12/01/15

Catatan Tahunan Lutfi (Bagian Pertama)

Young Researcher Spirit...

Setiap Pertemuan Memiliki Cerita dan Setiap Cerita Memiliki Makna....
Cerbung ini awalnya adalah sebuah cerpen yang Insya Allah dibukukan


Catatan Tahunan Lutfi (Bagian Pertama)
Maba-Miba
            Namaku Lutfi, perantau ilmu asal Semarang. Awal September, cuaca begitu panas membakar segalanya, mulai dari uap air di pakaian basah hingga lahan gambut di pinggir kota. Panas September juga begitu terasa di Halte BPS Otista Raya. Teriknya mendidihkan ubun-ubunku, ubun-ubun yang sekarang tak terlindungi rambut yang cukup. Aku botak khas maba--mahasiswa baru--menunggu detik-detik magradika yang akan segera dimulai. Hari ini aku ingin sedikit melupakan gersangnya kehidupan Jakarta dengan membaca buku di Gramedia.

            Lima, sepuluh, lima belas menit berlalu, Kopaja 502 tak kunjung mampir di halte BPS. Aku sedang berpikir apakah teman kosku berbohong tentang nomor Kopaja, ketika seseorang tiba-tiba menyapaku. Cara bicara dan aksen yang tidak biasa kudengar.
            “Kamu maba STIS kan ya? Tempat daftar ulang di arah mana ya?”
            Plontosku membuka identitasku dengan mudah. Aku terkejut dan langsung menunjuk ke arah deretan ruangan di lantai bawah gedung.
            “Ohh..disitu. Oke, makasih ya…Eh, nama kamu siapa? Aku Mia. Kamu?” katanya sambil mengajakku berjabat tangan.
            “Lutfi,” kataku spontan membalas jabat tangannya.
            Aku akhirnya memerhatikan sepenuhnya siapa gadis yang menyapaku. Tingginya hampir mencapai kepala plontosku, berkemeja biru muda, dengan kerudung yang dililit ketat di leher.
Mia tersenyum padaku sebelum berlalu. Semilir kesejukan mengisi sanubariku.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar