02/05/16

Edukasi Kependudukan: Menguak Fakta Fertilitas di Indonesia dan Amerika Serikat (Bagian III)

Artikel Kependudukan Indonesia

Perbandingan Angka Fertilitas Menurut Umur atau Age-Specific Fertility Rate (ASFR) Indonesia dan Amerika Serikat 
Kasus Indonesia
        Angka Fertilitas Menurut Umur atau Age-Specific Fertility Rate (ASFR) adalah banyaknya kelahiran dari perempan pada suatu kelompok umur pada suatu tahun tertentu per 1000 perempuan pada kelompok umur dan tahun yang sama. Pola ASFR yang terjadi tidaklah sama antara Indonesia dan Amerika Serikat. Data pola ASFR dan analisis ASFR Indonesia dan Amerika Serikat akan dijelaskan sebagai berikut.


Angka Fertilitas Menurut Umur/Age-Specific Fertility Rate Indonesia Tahun 1990-2010
Tahun
Kelompok Umur

15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49


1990
71.0
178.0
172.0
128.0
73.0
31.0
9.0

1991
67.0
162.0
157.0
117.0
73.0
23.0
7.0

1994
61.0
151.0
146.0
105.0
63.0
27.0
8.0

1995
53.0
133.0
138.0
98.0
61.0
21.0
5.0

1997
44.0
114.0
122.0
95.0
56.0
26.0
12.0

2000
46.0
120.0
123.0
93.0
50.0
19.0
5.0

2001
47.0
122.0
132.0
92.0
61.0
18.0
4.0

2002
51.0
131.0
143.0
99.0
66.0
19.0
4.0

2005
49.0
100.0
104.0
93.0
55.0
19.0
6.0

2007
51.0
135.0
134.0
108.0
65.0
19.0
6.0

2010
41.0
117.0
130.0
105.0
61.0
22.0
6.0

Sumber : SDKI 1991, 1994, 1997, 2002-2003, dan 2007
                Sensus Penduduk 1990, 1995, 2000,  dan 2010
è
                Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tren Angka Fertilitas Menurut Umur atau Age Specific Fertility Rate (ASFR) Indonesia cenderung menurun pada setiap kelompok umur wanita dalam waktu 20 tahun pada periode tahun 1990 hingga 2010. Penurunan  ASFR tertinggi terjadi pada kelompok umur 20 -24 yang mencapai angka 117 kelahiran per 1000 wanita kelompok umur tersebut, turun 61 kelahiran daripada tahun 1990. Tiga besar penurunan ASFR terjadi pada kelompok-kelompok umur muda, yaitu kelompok umur 15-19, 20-24, dan 25-29. Pada kelompok umur selanjutnya, penurunan terjadi dalam rentang 3 hingga 23 kelahiran per 1000 wanita masing-masing kelompok umur.
ASFR Indonesia  pada periode tahun 1990 hingga 2010 dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terjadi pada periode 1990-1994 dimana ASFR tertinggi terjadi pada kelompok umur 20-24. Bagian kedua adalah periode ASFR tertinggi terjadi pada kelompok umur 25-29 yang terjadi pada tahun 1995 hingga 2010. Perbedaan pola jumlah ASFR tertinggi ini menujukkan adanya perubahan pola median umur kawin pertama atau juga bisa disebut Median Age of First Marriage pada wanita Indonesia. Umur kawin pertama merupakan indikator penting berkaitan dengan permulaan wanita melakukan hubungan seksual yang menyebabkan resiko kehamilan. Tren median umur kawin pertama wanita Indonesia dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

 
Sumber : SDKI 1991, 1994, 1997, 2002-2003, dan 2007

            Umur median kawin pertama wanita 15-49 tahun di Indonesia cenderung meningkat pada periode tahun 1991 hingga 2007. Pada tahun 1991 hingga 1994, kecenderungan usia kawin pertama berkisar pada usia 17 hingga 18 tahun, sedangkan pada periode selanjutnya berkisar pada usia mendekati 19 tahun hingga mendekati 20 tahun. Tahun 1994 seolah menjadi titik tolak perubahan pola umur kawin pertama wanita Indonesia dari pernikahan pada usia belasan tahun menjadi pernikahan mendekati usia dua puluh tahun. Usia perkawinan yang semakin tinggi akan menyebabkan usia melahirkan dan ASFR tertinggi terjadi pada kelompok umur yang lebih tinggi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar