Tampilkan postingan dengan label My Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Poem. Tampilkan semua postingan

14/08/10

Chairil Anwar-Aku

Salah satu puisi yang membuatku terpesona adalah Aku-Chairil Anwar.
Dan,sebenarnya,aku ingin menampilkannya saat tes wawancara AFS..
Tapi,sayangnya,nggak jadi..

Let's see the poem:


AKU

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagid

NB:Aku nggak harus hidup seribu tahun,tapi aku ingin...........................
Hidupku yang sebentar bermakna bagi dunai selama seribu tahun

09/08/10

FLS2N-LOMBA CIPTA DAN BACA PUISI

Inilah puisi yang aku tulis untuk mengikuti Lomba FLS2N-Bidang Cipta dan Baca Puisi..
Dan juara 1 nya adalah kak Ayes..Kakak angkatku, bangganya jadi adeknya..:)

Perhiasan Khatulistiwa
Karya: Iffah Atqa
Memori platina bergerak mundur
Saat zamrud masih terbentang
Kristal es mengalir tenang
Dan rubi cantik masih malu-malu untuk datang

Memori platina bergerak mundur
Saat kapas putih berjalan beriringan
Burung-burung bersenandung sopran
Dan senyum matahari memberi kedamaian

Memori platina kembali ke masanya
Ketika zamrud mulai ditebangi
Kristal es marah dan membanjiri
Dan rubi jahat berpijar di bumi

Memori platina kembali ke masanya
Ketika kapas putih bertengkar di angkasa
Burung-burung menjerit terluka
Dan semburan matahari terasa panas dan sengsara

Rayap-rayap bertangan besi takkan mundur
Hatinya telah dipenuhi takabur
Perhiasan khatulistiwa telah hancur
Berbekas abu kubur

Kini, abu kubur itu bangkit
Membalas dendam dan sakit
Setajam dan sekejam celurit
Kini insan bumi hanya bisa menjerit

07/08/10

Paman Doblang of RRI

Tanggal 9 Agustus 2010...
akhirnya..
Aku bisa mengikuti lomba puisi lagi untuk keempat kalinya..

Dengan Puisi Paman Doblang..
By:WS Rendra


Paman Doblang – WS Rendra

Paman Doblang! Paman Doblang!
Mereka masukkan kamu ke dalam sel yang gelap.
Tanpa lampu. Tanpa lubang cahaya. Pengap.
Ada hawa. Tak ada angkasa.
Terkucil. Temanmu beratus-ratus nyamuk semata.
Terkunci. Tak tahu di mana berada.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Apa katamu?

Ketika haus aku minum dari kaleng karatan.
Sambil bersila aku mengharungi waktu
Lepas dari jam, hari dan bulan
Aku dipeluk oleh wibawa tidak berbentuk
tidak berupa, tidak bernama.
Aku istirah di sini.
Tenaga ghaib memupuk jiwaku.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Di setiap jalan mengadang mastodon dan serigala.
Kamu terkurung dalam lingkaran.
Para pengeran meludahi kamu dari kereta kencana.
Kaki kamu dirantai ke batang karang.
Kamu dikutuk dan disalahkan.
Tanpa pengadilan.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Bubur di piring timah
didorong dengan kaki ke depanmu
Paman Doblang, apa katamu?

Kesedaran adalah matahari.
Kesabaran adalah bumi.
Keberanian menjadi cakerawala.
Dan perjuangan
adalah perlaksanaan kata-kata.